Selamat atas diresmikannya Desa Talangagung menjadi Desa Mandiri Energi Pro Iklim oleh Gubernur Jawa Timur

Kamis, 11 Oktober 2012

Kegiatam Warga Kepanjen Permai 2


Minggu, 7 Oktober, aktifitas warga PKP2 berpusat di pertigaan jalan baru ( Jl. Lori ) yang baru saja di aspal. Hampir seluruh warga Perumahan Kepanjen Permai 2 bersama warga sekitar ikut meramaikan kegiatan Gerak Jalan Sehat dalam rangka HUT Komint Kongoke 3, Peresmian Jalan Baru ( Jl. Lori ) dan Drainase.  
Hadir pada kegiatan ini adalah  Kepala Desa Talangagung, Holili,S.Pd. yang didapuk meresmikan lahirnya Jalan Lori. Yaitu jalan tembus  yang menghubungkan perumahan Kepanjen Permai 2 dengan jalan di belakang PKP2 menuju kampung ke PKP 1 dan pasar Talangagung. Semua ini bisa terlaksana berkat gotong royong warga PKP 2, Pemilik Sawah, serta pemerintahan Desa Talangagung yang mendukung pengaspalan jalan dengan mediator Bapak Unggul Nugroho,S.Si. anggota DPRD Kab Malang Sekretaris Komisi D membawahi pemberdayaan pembangunan. Yang pada kesempatan ini diberi kesempatan untuk memotong tumpeng tanda diresmikannya Jalan Lori sebagai akses alternatif warga saat masuk PKP2.
Acara yang dikemas dengan hiburan Electon  Kawista dengan player Memed anggota Komunitas ini berlangsung sangat meriah. Apalagi hadiah yang dibagikan meningkat dari pada tahun lalu. Hadiah utama 2 buah Televisi Berwarna flat 21 Inc dan 17 inc,  2 buah Sepeda Pancal besar dan mini, DVD, Magic com, Dispenser, Kipas angin dan 65 hadiah doorprize yang dipandu oleh Must Poenk dan Gondronk Suyono.

Pada kesempatan ini pula panitia juga menyerahkan bingkisan sembako secara simbolis yang diterima oleh 2 warga PKP2. Adapun bingkisan sembako yang lain akan langsung dibagikan kepada yang berhak oleh ketua RT masing-masing.
Tercatat beberapa sponsor pendukung kegiatan adalah Kepala Desa Talangagung, Sdr. iwan warga Talangagung, BPR Rasa mandiri pimpinan Abah Suparjo warga PKP2, Agung Sport dan Eko Champions, penyedia pakan burung pertigaan stasiun Kepanjen.
Sukses untuk warga PKP2 dan warga sekitar dalam meningkatkan kerukunan warg demi kemajuan PKP2. 

Kamis, 30 Agustus 2012

Pengaspalan Jalan Tembus Kepanjen Permai 2







Warga Perumahan Kepanjen Permai 2  (PKP2) patut bersyukur dan bergembira, karena jalan belakang yang merupakan jalan tembus PKP2 telah di aspal. Dana pengaspalandiperoleh dari dana kemitraan  Rp. 90.000.000,- dan dana swadaya masyarakat Rp. 21.837.000,- . Pengaspalan jalan ini telah  dilaksanakan di awali dari jalan ujung utara yang berbatasan dengan jalan ke Gowok  Hingga postingan ini dibuat  pengaspalan jalan sudah  tinggal 50 meter tembus ke jalan utama Perumahan. Panjang jalan yang di aspal, menurut Didik Catur (panita pengaspalan) sepanjang 455 meter. Plus.rencananya dilaksanakan pula  penyemiran jalan umum di utara. Pengaspalan ini menghabiskan tak kurang dari 38 tong.
Kegunaan jalan ini adalah sebagai jalan alternatif warga PKP2 yang merasa kesulitan saat akan menyeberang jalan di dekat POM Kodok Ngorek (Kongo) Talangagung yag terkenal rawan akan kecelakaan. Bagi Anda yang belum tahu tembusan  jalan ini adalah dari perempatan Talangagung ikuti jalan raya ke arah  Gunung Kawi.Nah, Di depan pasar Talangagung belok ke kiri (barat) , lurus saja  hinga melewati sungai irigasi sawah yang letaknya di sebelah selatan belakang Perumahan Kepanjen Permai I.. Baru kurang lebih 20 meter setelahnya akan ditemukan jalan aspal tersebut.. Selamat kepada warga PKP2 dan terima kasih kepada Kepala Desa Talangagung, panitia pengaspalan serta warga  yang telah dengan suka rela mendukung baik motil maupun materiil. 

Senin, 26 Desember 2011

Cara Menikah di KUA

Setelah beberapa bulan lalu kita membahas tentang cara mencari/ mengurus surat nikah. Kali ini kita akan membahas tentang syarat-syarat apa saja yang harus di penuhi agar calon pengantin bisa menikah di KUA.
Syarat-syarat menikah di KUA seperti saya kutip dari blog m-alwi.com, oleh Mutohar Alwi, S. Ag (Penghulu KUA Kec. Cilandak Jakarta Selatan). Bagi anda yang akan melangungkan Pernikahan di KUA (Kantor Urusan Agama) harap membawa surat-surat sebagai berikut :

  1. Foto Copy KTP dan Kartu Keluarga (KK) untuk calon Penganten (caten) masing-masing 1 (satu) lembar.
  2. Surat pernyataan belum pernah menikah (masih gadis/jejaka) di atas segel/materai bernilai Rp.6000,- (enam ribu rupiah) diketahui RT, RW dan Lurah setempat.
  3. Surat Pengantar RT – RW setempat
  4. Surat keterangan untuk nikah dari Kelurahan setempat yaitu Model N1, N2, N4, baik calon Suami maupun calon Istri.
  5. Pas photo caten ukuran 2×3 masing-masing 4 (empat) lembar, bagi anggota ABRI/TNI/POLRI harus berpakaian dinas.
  6. Bagi yang berstatus duda/janda harus melampirkan Akta Cerai asli beserta salinan putusan berita acaranya dari Pengadilan Agama, kalau Duda/Janda mati harus ada surat kematian dan surat Model N6 dari Lurah setempat.
  7. Harus ada izin/Dispensasi dari Pengadilan Agama bagi :
- Calon pengantin Laki-laki yang umurnya kurang dari 19 tahun;
- Calon pengantin Perempuan yang umurnya kurang dari 16 tahun;
- Laki-laki yang mau berpoligami.
- Ijin Orang Tua (Model N5) bagi caten yang umurnya kurang dari 21 Tahun baik caten laki-laki/perempuan.
- Bagi caten yang akan menikah bukan di wilayahnya (ke Kecamatan lain) harus ada surat Rekomendasi Nikah dari KUA setempat.
- Bagi anggota ABRI/TNI/POLRI dan Sipil ABRI/TNI/POLRI harus ada surat Izin Kawin dari Pejabat Atasan/Komandan.
- Kedua caten mendaftarkan diri ke KUA tempat akan dilangsungkannya akad nikah sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) hari kerja dari waktu melangsungkan Pernikahan. Apabila kurang dari 10 (sepuluh) hari kerja, harus melampirkan surat Dispensasi Nikah dari Camat setempat. 

Minggu, 18 Desember 2011

Peresmian Menjadi Desa Mandiri Energi Pro Iklim



Sabtu (17/12) Pakde Karwo (Gubernur Jatim) beserta rombongan telah berkunjung ke Desa Talangagung Kecamatan Kepanjen. Dalam kunjungan ini Pakde Karwo telah meresmikan Desa Talangagung sebagai Desa Mandiri Energi Pro Iklim. Peresmiannya dilaksanakan di lokasi TPSA yang berada di daerah Kasin. Sebelah utara kantor desa Talangagung.  Desa dengan status seperti ini adalah yang nomor satu di Indonesia.

Perlu diketahui, desa Talangagung yang merupakan wilayah terbarat kecamatan Kepanjen ini mempunyai lokasi tempat pembuangan sampah akhir seluas 2 hektar. Tiap harinya berpuluh-puluh truck pengangkut sampah menumpahkan sampahnya dilokasi selatan jalibar Kepanjen ini. Sampah-sampah ini berasal dari 9 titik TPSA yang ada di wilayah Kabupaten Malang. Namun sampah sampah tersebut tidak hanya ditumpuk begitu saja. Melainkan dimanfaatkan dengan jalan diolah sehingga menghasilkan bio gas yang bisa dipergunakan sebagai alternatif bahan bakar rumah tangga.

Dalam peresmian ini Pakde Karwo juga memberikan bantuan berupa alat-alat pengolahan sampah terpadu, genset, kompor bio gas, alat pembuat organik dan gerobak sampah. Yang menerima adalah kota dan kabupaten di Jatim melalui perwakilan yang diundang pada acara tersebut.

Semoga dengan diresmikannya Talangagung sebagai desa mandiri energi pro iklim ini benar-benar bisa meningkatkan kesejahteraan warga desa Talangagung.(poenk)

Minggu, 25 September 2011

Apa dan Mengapa e - KTP

Apa itu e-KTP ?

e-KTP atau KTP Elektronik adalah dokumen kependudukan yang memuat sistem keamanan / pengendalian baik dari sisi administrasi ataupun teknologi informasi dengan berbasis pada database kependudukan nasional.
Penduduk hanya diperbolehkan memiliki 1 (satu) KTP yang tercantum Nomor Induk Kependudukan (NIK). NIK merupakan identitas tunggal setiap penduduk dan berlaku seumur hidup
Nomor NIK yang ada di e-KTP nantinya akan dijadikan dasar dalam penerbitan Paspor, Surat Izin Mengemudi (SIM), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Polis Asuransi, Sertifikat atas Hak Tanah dan penerbitan dokumen identitas lainnya (Pasal 13 UU No. 23 Tahun 2006 tentang Adminduk)

Quote:
Autentikasi Kartu Identitas (e-ID) biasanya menggunakan biometrik yaitu verifikasi dan validasi sistem melalui pengenalan karakteristik fisik atau tingkah laku manusia. Ada banyak jenis pengamanan dengan cara ini, antara lain sidik jari (fingerprint), retina mata, DNA, bentuk wajah, dan bentuk gigi. Pada e-KTP, yang digunakan adalah sidik jari.
Penggunaan sidik jari e-KTP lebih canggih dari yang selama ini telah diterapkan untuk SIM (Surat Izin Mengemudi). Sidik jari tidak sekedar dicetak dalam bentuk gambar (format jpeg) seperti di SIM, tetapi juga dapat dikenali melalui chip yang terpasang di kartu. Data yang disimpan di kartu tersebut telah dienkripsi dengan algoritma kriptografi tertentu. Proses pengambilan sidik jari dari penduduk sampai dapat dikenali dari chip kartu adalah sebagai berikut:
Sidik jari yang direkam dari setiap wajib KTP adalah seluruh jari (berjumlah sepuluh), tetapi yang dimasukkan datanya dalam chip hanya dua jari, yaitu jempol dan telunjuk kanan. Sidik jari dipilih sebagai autentikasi untuk e-KTP karena alasan berikut:
1. Biaya paling murah, lebih ekonomis daripada biometrik yang lain
2. Bentuk dapat dijaga tidak berubah karena gurat-gurat sidik jari akan kembali ke bentuk semula walaupun kulit tergores
3. Unik, tidak ada kemungkinan sama walaupun orang kembar

Quote:
Informasi penduduk yang dicantumkan dalam e-KTP ditunjukkan pada layout kasar berikut:
Untuk mendapatkan informasi di atas dari penduduk, wajib KTP harus mengisi formulir tipe F1.01.
Selain tujuan yang hendak dicapai, manfaat e-KTP diharapkan dapat dirasakan sebagai berikut:
1. Identitas jati diri tunggal
2. Tidak dapat dipalsukan
3. Tidak dapat digandakan
4. Dapat dipakai sebagai kartu suara dalam pemilu atau pilkada

Quote:
Struktur e-KTP terdiri dari sembilan layer yang akan meningkatkan pengamanan dari KTP konvensional. Chip ditanam di antara plastik putih dan transparan pada dua layer teratas (dilihat dari depan). Chip ini memiliki antena didalamnya yang akan mengeluarkan gelombang jika digesek. Gelombang inilah yang akan dikenali oleh alat pendeteksi e-KTP sehingga dapat diketahui apakah KTP tersebut berada di tangan orang yang benar atau tidak. Untuk menciptakan e-KTP dengan sembilan layer, tahap pembuatannya cukup banyak, diantaranya:
1. Hole punching, yaitu melubangi kartu sebagai tempat meletakkan chip
2. Pick and pressure, yaitu menempatkan chip di kartu
3. Implanter, yaitu pemasangan antenna (pola melingkar berulang menyerupai spiral)
4. Printing,yaitu pencetakan kartu
5. Spot welding, yaitu pengepresan kartu dengan aliran listrik
6. Laminating, yaitu penutupan kartu dengan plastik pengaman
e-KTP dilindungi dengan keamanan pencetakan seperti relief text, microtext, filter image, invisible ink dan warna yang berpendar di bawah sinar ultra violet serta anti copy design.
Penyimpanan data di dalam chip sesuai dengan standar internasional NISTIR 7123 dan Machine Readable Travel Documents ICAO 9303 serta EU Passport Specification 2006. Bentuk KTP elektronik sesuai dengan ISO 7810 dengan form factor ukuran kartu kredit yaitu 53,98 mm x 85,60 mm.
Mengapa harus e-KTP?

Quote:
Proyek e-KTP dilatarbelakangi oleh sistem pembuatan KTP konvensional di Indonesia yang memungkinkan seseorang dapat memiliki lebih dari satu KTP. Hal ini disebabkan belum adanya basis data terpadu yang menghimpun data penduduk dari seluruh Indonesia. Fakta tersebut memberi peluang penduduk yang ingin berbuat curang terhadap negara dengan menduplikasi KTP-nya. Beberapa diantaranya digunakan untuk hal-hal berikut:
1. Menghindari pajak
2. Memudahkan pembuatan paspor yang tidak dapat dibuat di seluruh kota
3. Mengamankan korupsi
4. Menyembunyikan identitas (misalnya oleh para teroris)

Quote:
Kartu identitas elektronik telah banyak digunakan di negara-negara di Eropa antara lain Austria, Belgia, Estonia, Italia, Finlandia, Serbia, Spanyol dan Swedia, di Timur Tengah yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Maroko, dan di Asia yaitu India dan China.
Mendagri Gamawan Fauzi membeberkan keunggulan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang akan diterapkan di Indonesia, dibandingkan dengan e-KTP yang diterapkan di RRC dan India. Gamawan menyebut, e-KTP di Indonesia lebih komprehensif.
Di RRC, Kartu e-ID tidak dilengkapi dengan biometrik atau rekaman sidik jari. Di sana, e-ID hanya dilengkapi dengan chip yang berisi data perorangan yang terbatas. Sedang di India, sistem yang digunakan untuk pengelolaan data kependudukan adalah sistem UID (unique Identification), yang di Indonesia namanya NIK (Nomor Induk Kependudukan).
“UID diterbitkan melalui register pada 68 titik pelayanan, sedangkan program KTP elektronik di Indonesia akan dilaksanakan di 6.214 kecamatan,” ujar Gamawan.
“Dengan demikian, KTP elektronik yang akan diterapkan di Indonesia merupakan gabungan e-ID RRC dan UID India, karena KTP elektronik dilengkapi dengan biometrik dan chip,”

Chatting Gratis


ShoutMix chat widget

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design